Cara Manual Paling Mudah Mencari Driver PC

Driver komputer saya Masih ada yang tanda seru, bagaimana cara mengatasinya?
Driver saya tidak ada yang cocok, padahal sudah Browsing?
Driver saya masih ada yang belum terinstall padahal sudah pakai DriverPack?
Cara mengatasi Driver yang tanda seru?
Cara mengatasi Driver yang tidak Cocok?
Cara Manual mengatasi Driver yang tidak cocok / Tanda seru?
Cara manual mengatasi Driver yang masih Unknown?

Sebelum kita beranjak ke Driver, Kita akan kembali mengenal Perangkat Komputer. Perangkat Komputer adalah Semua alat yang menyusun dan mendukung dalam sebuah Komputer. Ada Processor, ada Motherboard, ada RAM, ada Hardisk, ada PSU, ada Casing dan Perangkat lain yang menunjang dalam Pengoperasian Sebuah komputer.

Tanpa Perangkat yang lengkap Komputer tidak akan dapat di operasikan dengan baik. Begitu juga jika tidak ada Driver untuk alat Tersebut. Lantas apa itu Driver? Driver adalah sebuah program yang tujuannya adalah untuk memberitahu, mengenalkan dan memandu Processor dalam memaksimalkan Perangkat dari Driver Tersebut. Jadi kalau tidak ada driver Perangkat tidak bisa dipakai dong? Ya masih bisa, tapi dalam keadaan paling minimum.

Gambar Driver komputer Belum di Install


Driver pada umumnya sudah di sediakan Oleh Produsen dari perangkat tersebut ketika kita membelinya. Contohnya VGA External, selain kita mendapat VGA External pasti kita mendapat buku petunjuk dan CD/DVD. CD/DVD itulah yang di dalamnya terdapat driver untuk perangkat VGA External Anda. Begitu juga untuk Motherboard, LAN, WIFI, Bluetooth dan Perangkat lainnya.

Lantas bagaimana kalau Drivernya hilang? Ya, kita terpaksa harus Browsing, tanya Mbah google.com . Kalau sudah Browsing tapi masih belum cocok (masih tanda seru) bagaimana? Ya kita pakai Alternatif lain, yaitu mencari driver dengan manual. Bagaimana caranya? Berikut ini langkah-langkahnya :

  • Pertama-tama Klik START
  • Pada kotak Search programs and files Ketik Device Manager
  • Akan muncul Hasil pencarian Klik pada Device Manager 
  • Setelah itu muncul Jendela Device Manager, Klik kanan Pada Device yang masih belum terinstall driver (masih tanda seru) Kemudian Klik Properties   
  • Kemudian akan muncul Jendela Perangkat tersebut, Klik pada tab Details, pada Property ganti menjadi Hardware Ids
  • Pada Kotak Value akan muncul kode dari Perangkat tersebut. Contoh kode Hardware / Perangkat PCI\VEN_10DE&DEV_1380&SUBSYS_2757107D&REV_A2 , Kode hardware biasanya ada yang tidak Cuma satu baris saja. Klik kanan pada kode yang paling atas, kemudian Klik Copy
  • Buka Aplikasi Browser, dan Masukan kode tersebut pada pencarian google.com dan Search atau Enter, maka akan muncul Driver yang Anda cari. Jika tidak muncul hilangkan garis miring “\” pada pencarian Anda.
  • Jika sudah ketemu maka Cukup Cari Driver yang sesuai dengan Jenis Windows Anda kemudian Download. Sesuaikan Windows 7, 8, 8.1 atau 10 dan jangan lupa juga 32bit atau 64bit Driver untuk Windows yang Anda gunakan.
  • Jika sudah Di Download makan langsung saja di install. 


OK kan, mudah kan caranya? Lantas bagaimana jika tidak tahu Windows kita 32bit atau 64bit? Untuk masalah Windows Anda 32bit atau 64bit Anda cukup mencarinya pada System pada Control Panel. Jika masih belum paham lihat langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Klik START
  2. Klik Pada Control Panel
  3. Kemudian klik pada System and Security
  4. Pilih System (Ada gambar Komputernya)
  5. Di bawah Processor dan Installed Memory (RAM) ada tulisan System type kemudian lihat di situ 32-bit Operating System atau 64-bit Operating System.

Gambar System pada Operating System Komputer


Sekarang Sudah paham kan? Mudah kan? Sebenarnya Komputer itu mudah jika Anda mau belajar dan membaca. Pada dasarnya semua hal yang berhubungan dengan komputer menggunakan bahas inggris jadi kalau tahu arti bahasa inggris maka kemungkinan Anda untuk paham lebih besar. Cara diatas sudah saya coba dan praktekkan dan 100% berhasil.

Semoga sedikit ilmu yang saya miliki bisa menjadi manfaat bagi pembaca semua. Sekiranya seperti itulah yang bisa saya sampaikan pada artikel kali ini. Bila ada kesalahan penulisan kata dan lainnya saya mohon maaf, itu karena keterbatasan pengetahuan dari saya. Jika ada pertanyaan, masukan, kritik dan saran silah kan Comment atau  contact us. Semoga bermanfaat, Sekian

Terima Kasih.
 

Inilah Cara mengatasi media Penyimpanan yang Error (Scan Disk Error)

Flashdisk saya kok muncul pesan Error?
Memory saya kok Error?
Hardisk External saya kok ada perintah Scan for Error disk?
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang berkaitan dengan Scan disk Error...

Media penyimpanan Error
Gambar Di atas ilustrasi macam Media penyimpanan

Pertama seperti yang kita ketahui dan mungkin sudah pernah kita bahas. Banyak hal yang bisa menyebabkan Disk atau media penyimpanan mengalami kerusakan dalam (Error). Banyak hal yang mempengaruhinya. Seperti yang sebelumnya kira-kira seperti inilah Sebab dan cara mencegahnya :

Permasalahan Error pada Media penyimpanan bisa disebabkan karena hal berikut :


  1. Mencabut Flashdisk / hardisk / memory atau media penyimpanan yang lain dari Komputer secara tiba-tiba
  2. Listrik mati tiba-tiba ketika Flashdisk / hardisk / memory atau media penyimpanan yang lain saat sedang bekerja
  3. Hardisk terbentur atau goyang ketika bekerja, karena bagaimana pun hardisk itu di dalamnya terdiri dari piringan cakram yang berputar (5400 - 7200 rpm / rad per menit) sangat kencang ketika bekerja, jadi kalau sampai goyang / terbentur / jatuh ya bisa bermasalah.
  4. Bisa juga umur hardisk / flashdisk / memory atau media penyimpanan yang lain yang sudah tua.
  5. Sering meng copy - paste atau memindah-mindah data dari partisi satu ke partisi lain atau dari media penyimpanan satu ke yang lain tanpa melakukan defragment.
  6. Terdapat bad sector pada hardisk / flashdisk / memory atau media penyimpanan yang lain.
  7. Panas yang berlebihan (Overheat)


Cara untuk mencegah agar tidak terjadi Error pada disk :


  1. Pastikan anda sudah Meng eject dahulu media penyimpanan anda sebelum mencabutnya dari komputer. Mungkin ini terlihat sepele tapi jika sudah terjadi masalah kan jadi berabe.
  2. Jika listrik di sekitar rumah anda rawan padam, alangkah baiknya pakai UPS (Unit Power Supply) atau generator yang bisa menyediakan listrik jika terjadi pemadaman. UPS itu bukan PSU lho ya, UPS itu Istilahnya power banknya komputer. sementara PSU itu jika di Hape Baterainya.
  3. Jika anda pakai laptop lebih baik selalu pantau keadaan baterai laptop anda agar tidak terjadi kekosongan baterai.
  4. Tempatkan Laptop / Komputer anda pada tempat yang aman, tidak mudah goyang atau mungkin tempat yang tidak mudah terjatuh.
  5. Pastikan semua baut hardisk pada laptop / komputer anda sudah benar-benar terkunci kuat, baik juga jika dilapisi karet / gabus. karena bahan seperti karet dan gabus itu bisa menyerap getaran.
  6. Jika Umur media penyimpanan sudah cukup lama 7 tahun ke atas alangkah baiknya beli media penyimpanan baru dan pindah semua datanya.
  7. Untuk menghindari panas berlebih pada media penyimpanan usahakan menempatkannya pada tempat yang sejuk, sirkulasi udara lancar. bisa juga menambahkan Fan (kipas) pada Hardisk.
  8. Jika anda sering meng copy - paste atau memindah-mindah data anda, sebaiknya sebulan sekali melakukan disk defragment. tujuannya adalah untuk menyisihkan daerah-daerah tempat data anda pada hardisk pada satu sisi agar mudah pembacaannya. pada dasarnya proses writing itu urut (jika digambarkan dari sisi kiri ke kanan) namun jika file dikirinya di cut / di delete pasti akan terjadi kekosongan, dan itu bisa mengakibatkan proses pembacaan lebih lama. Proses defragment Intinya agar reading datanya tidak mencar-mencar.


Ada 2 Cara ampuh untuk mengatasi masalah Scan Disk Error ini,


Error-Checking

Error-Checking adalah cara untuk menyelesaikan masalah Error yang terdapat pada Media penyimpanan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :


  • Buka Windows Explorer
  • Klik kanan pada Disk yang mengalami Ke Error an.
  • Klik Properties
  • Maka akan muncul Jendela Properties, klik pada Tab Tools
  • Klik pada Check Now
  • Akan muncul lagi jendela baru, Centang pada Automatically fix file system errors dan Pada Scan for and attempt recovery of bad sectors.
  • Kemudian klik Start dan tunggu Proses hingga selesai.

Cara mengatasi media penyimapan Error
Gambar di atas Cara mengatasi Media penyimpanan Error

Defragmentation

Defragmentation adalah cara untuk menyelesaikan masalah Error dengan memindahkan read write file pada disk pada satu area yang sama, biasanya di ilustrasikan pada sisi kiri. Langkah-langkah Defragmentation adalah sebagai berikut :


  • Buka Windows Explorer
  • Klik kanan pada Disk yang mengalami Ke Error an.
  • Klik Properties
  • Maka akan muncul Jendela Properties, klik pada Tab Tools
  • Klik pada Defragment Now.
  • Akan muncul lagi jendela baru, klik pada Disk Drive (C, D, E, F atau yang lainnya) yang akan di Defragment 
  • Jika sudah klik pada Defragment Disk, dan tunggu Prosesnya hingga selesai. Kalau selesai biasanya ada tulisan di dalam kurung ....% Fragmented.

Cara mengatasi Media penyimpanan Error
Gambar di atas Cara mengatasi Media penyimpanan Error

Seperti itulah kira-kira yang bisa saya jelaskan pada trik mengatasi masalah Scan Disk Error kali ini. Metode ini sudah saya coba dan alhamdulilah berhasil. Silahkan dicoba, mungkin bisa bermanfaat bagi Anda.

Semoga sedikit ilmu yang saya miliki bisa menjadi manfaat bagi pembaca semua. Sekiranya seperti itulah yang bisa saya sampaikan pada artikel kali ini. Bila ada kesalahan penulisan kata dan lainnya saya mohon maaf, itu karena keterbatasan pengetahuan dari saya. Jika ada pertanyaan, masukan, kritik dan saran silah kan Comment atau  contact us. Semoga bermanfaat, Sekian

Terima Kasih.


Cara mengatasi masalah Flashdisk/Hardisk/Memory tiba-tiba minta Format

Flashdisk saya tiba-tiba minta format ketika ditancapkan ke PC?
Hardisk saya tiba-tiba muncul format ketika ditancapkan ke PC?
Memory saya muncul format ketika di masukan ke PC?
Data-data di dalamnya sangat penting? haruskah download / mencari lagi?
Kira-kira bagaimana solusinya?

media penyimpanan minta format
Gambar di atas adlah ilustrasi format media penyimpanan

JANGAN PANIK BUNG!!!!

Pertama-tama kita harus menelusuri kenapa tiba-tiba flashdisk / hardisk / memory atau media penyimpanan lainnya muncul perintah format ketika tertancap ke PC? alasannya kira-kira banyak sekali yang menyebabkan hal itu bisa terjadi, mulai  dari


  1. Mencabut Flashdisk / hardisk / memory atau media penyimpanan yang lain dari Komputer secara tiba-tiba
  2. Listrik mati tiba-tiba ketika Flashdisk / hardisk / memory atau media penyimpanan yang lain saat sedang bekerja
  3. Hardisk terbentur atau goyang ketika bekerja, karena bagaimana pun hardisk itu di dalamnya terdiri dari piringan cakram yang berputar (5400 - 7200 rpm / rad per menit) sangat kencang ketika bekerja, jadi kalau sampai goyang / terbentur / jatuh ya bisa bermasalah.
  4. Bisa juga umur hardisk / flashdisk / memory atau media penyimpanan yang lain yang sudah tua.
  5. Sering meng copy - paste atau memindah-mindah data dari partisi satu ke partisi lain atau dari media penyimpanan satu ke yang lain tanpa melakukan defragment.
  6. Terdapat bad sector pada hardisk / flashdisk / memory atau media penyimpanan yang lain.
  7. Panas yang berlebihan (Overheat)


Lalu bagaimana cara mengatasi hal tersebut? apakah data di dalamnya akan hilang?

Ada banyak cara untuk mengatasi hal tersebut jika memang hal itu terjadi pada media penyimpanan anda. Biasanya istilah yang digunakan adalah Recovery atau mengembalikan data yang hilang dari media penyimpanan (Data hilang yang belum permanent ya, kalau sudah permanent / sudah terformat ya kemungkinan besar tidak bisa). Trik sederhananya melakukan recovery sebagai berikut jika anda menggunakan Windows 7 :


  1. Klik menu START
  2. Pilih ALL PROGRAMS
  3. Pilih Folder ACCESORIES
  4. Akan Muncul Banyak Aplikasi, Klik kanan pada COMMAND PROMPT kemudian Run        as Administrator
  5. Kemudian akan muncul Jendela Command Prompt warna hitam. Lanjut ketikan command berikut tanpa tanda kutip " chkdsk /f D:" jangan sampai salah        ketik. untuk D: dalam hal ini adalah tempat Drive / media penyimpanan tersebut berada.            kalau misalnya yang minta format drive I ya tulisnya " chkdsk /f I:"
  6. Klik enter untuk memproses.


Atau mungkin lewat shortcut keyboard anda :


  1. Kombinasi  WINDOWS + R (Windows dalam keyboard gambarnya logo windows kotakan berjumlah 4)
  2. Dalam jendela Run ketik CMD kemudian klik OK atau Enter pada keyboard
  3. Kemudian akan muncul Jendela Command Prompt warna hitam.
  4. Lanjut ketikan command berikut tanpa tanda kutip " chkdsk /f D:" jangan sampai salah ketik. untuk D: dalam hal ini adalah tempat Drive / media penyimpanan tersebut berada. kalau misalnya yang minta format drive I ya tulisnya " chkdsk /f I:"
  5. Klik enter untuk memproses.

Lama tidaknya proses recovery tergantung banyak tidaknya file / data pada media penyimpanan anda. semakin banyak data / file maka prosesnya akan semakin lama. Itulah trik sederhana jika anda mengalami hal tersebut dengan memanfaatkan feature pada Windows. Mungkin hal tersebut juga bisa anda gunakan pada Windows 8, Windows 8.1 atau Windows 10. Kalau Windowsnya 32 bit atau mungkin 64 bit bagaimana? Jawabannya itu sama saja, gak ada bedanya pada Windows 32 bit atau pun 64 bit tetap bisa digunakan.

Namun jika hal tersebut masih kurang / belum bisa mengatasi masalah media penyimpanan anda, bisa juga kita menggunakan aplikasi pihak ketiga. Ada banyak recovery pihak ketika yang bisa kita gunakan untuk merecovery data pada penyimpanan kita, sebagai contoh berikut.


  • EaseUS Data Recovery Wizard
  • Pandora Recovery
  • Recuva
  • FreeUndelete
  • Glary Undelete
  • Restoration.

Contoh Aplikasi pihak ketiga di atas ada yang free (Freeware) ada juga yang berbayar (Lisenced). silahkan di coba satu persatu, jika aplikasi yang free masih belum bisa mungkin ada baiknya anda mencoba yang berbayar. Namun itu juga belum tentu bisa menyelesaikan masalah tersebut jika memang media penyimpanan anda memang sudah rusak parah.

Macam media penyimpanan
Gambar di atas adalah ilustrasi macam macam media penyimpanan

Ada baiknya mulai sekarang anda berhati-hati dalam menggunakan media penyimpanan. Rawatlah dan jagalah dengan hati-hati media penyimpanan anda. Karena kalau sampai hilang? anda juga yang rugi, mungkin sudah menghabiskan banyak kuota untuk download, data-data pengetikan, data-data utang piutang, data-data pekerjaan. Lebih baik mencegah daripada menjadi masalah.

Mungkin anda bisa menggunakan cara-cara berikut ini untuk mengurangi resiko media penyimpanan anda terkena masalah seperti di atas.

  • Pastikan anda sudah Meng eject dahulu media penyimpanan anda sebelum mencabutnya dari komputer. Mungkin ini terlihat sepele tapi jika sudah terjadi masalah kan jadi berabe.
  • Jika listrik di sekitar rumah anda rawan padam, alangkah baiknya pakai UPS (Unit Power Supply) atau generator yang bisa menyediakan listrik jika terjadi pemadaman. UPS itu bukan PSU lho ya, UPS itu Istilahnya power banknya komputer. sementara PSU itu jika di Hape Baterainya.
  • Jika anda pakai laptop lebih baik selalu pantau keadaan baterai laptop anda agar tidak terjadi kekosongan baterai.
  • Tempatkan Laptop / Komputer anda pada tempat yang aman, tidak mudah goyang atau mungkin tempat yang tidak mudah terjatuh.
  • Pastikan semua baut hardisk pada laptop / komputer anda sudah benar-benar terkunci kuat, baik juga jika dilapisi karet / gabus. karena bahan seperti karet dan gabus itu bisa menyerap getaran.
  • Jika Umur media penyimpanan sudah cukup lama 7 tahun ke atas alangkah baiknya beli media penyimpanan baru dan pindah semua datanya.
  • Untuk menghindari panas berlebih pada media penyimpanan usahakan menempatkannya pada tempat yang sejuk, sirkulasi udara lancar. bisa juga menambahkan Fan (kipas) pada Hardisk.
  • Jika anda sering meng copy - paste atau memindah-mindah data anda, sebaiknya sebulan sekali melakukan disk defragment. tujuannya adalah untuk menyisihkan daerah-daerah tempat data anda pada hardisk pada satu sisi agar mudah pembacaannya. pada dasarnya proses writing itu urut (jika digambarkan dari sisi kiri kekanan) namun jika file dikirinya di cut / di delete pasti akan terjadi kekosongan, dan itu bisa mengakibatkan proses pembacaan lebih lama. Proses defragment Intinya agar reading datanya tidak mencar-mencar.

Cara tersebut sudah saya coba dan praktekkan ketika Hardisk Komputer saya mengalami hal tersebut. dan Alhamdulilah berhasil data dan file penting pun terselamatkan. Silahkan di coba dan dipraktekkan bagi anda yang mengalami hal seperti di atas, Semoga berhasil dan berjalan lancar.
Mungkin seperti itulah hal yang bisa saya sampaikan pada artikel kali ini, jika ada hal yang kurang, sulit dipahami atau salah itu karena keterbatasan pengetahuan dari penulis. Jika ada masukan, kritik atau saran bisa comment atau contact us. Semoga bermanfaat, Sekian

Terima Kasih.

Cara mengatasi komputer Lambat saat Starting up

Kenapa ya Komputer saya loadingnya lama?
Kenapa ya Laptop saya starting up nya lama?
Kenapa ya waktu buka desktop pertama kali Komputer saya lemot?
Kenapa ya . . .
Kenapa ya . . .
  
Inilah cara mengatasi komputer lemot starting up
Gambar di atas adalah ilustrasi Komputer loading lambat

Saya sering dapat pertanyaan yang seperti itu, kenapa bla bla bla... dan seterusnya. Proses loading pertama kali Windows itu memang lama, karena berbagai aplikasi harus disiapkan oleh Windows, mulai dari Shortcut , Tray Icon , wallpaper desktop , taskbar , Menu bahkan aplikasi yang berjalan di belakang layar. Keadaan tersebut harus termuat sekaligus pada waktu awal dihidupkan tersebut. Jadi wajarlah kalau relatif cukup lama. tapi itu juga tidak sampai 5 menit kok.

Untuk Komputer lama, Pentium 4 / Dual Core LGA 775 memang sedikit cukup lama apalagi jika masih menggunakan hardisk Paralel ATA. itu sudah pasti karena Proses pengambilan data yang kurang cepat (Masih paralel ATA) dan juga dukungan kemampuan Processor dan Ram yang mungkin kurang pasti jadinya lambat proses starting up nya. Biasanya kisaran 3-5 menit. jadi sudah wajar seperti itu.

Sedangkan Komputer sekarang yang Mungkin Generasi Baru Intel seperti Arrandale, Sandy Bridge, Ivy Bridge, Haswell, Broadwell , Skylake atau AMD Generasi A, FX dan ZEN secara garis besar lebih cepat. Generasi terbaru, teknology terbaru membuat proses lebih cepat. Hardisk SATA 6Gbps yang cepat, atau bahkan mungkin SSD (Solid State Drive) yang super cepat di dukung Processor generasi terbaru dan juga RAM memungkinkan Loading awal Windows jadi lebih cepat, bahkan bisa kurang dari 1 menit Jika memakai SSD 6Gbps. Sangat cepat bukan?

Nah yang menjadi masalah di sini jika Komputer kamu sudah termasuk generasi terbaru, Mulai Dari Processor, RAM, Hardisk dan lain-lain tapi kok masih terasa lama, itu perlu di cari tahu penyebabnya.


Cara penyelesaian masalah :


  1.  Pertama Pastikan semua perangkat keras Komputer terhubung dengan benar (RAM, Kabel SATA, Hardisk dll)
  2. Pastikan Kelistrikannya berjalan dengan lancar, Listrik dari stop kontak, PSU, kabel-kabel PSU dll.
  3. Jika Sudah lama, coba Lepas Casing Samping. lihat di dalamnya berdebu atau tidak, kalau berdebu segeralah di bersihkan. Karena debu bisa juga menghambat arus listrik yang mengalir dari perangkat satu ke perangkat lain.
  4. Pastikan HSF / Fan Processor bekerja dengan maksimal (Tidak Mengakibatkan Processor Overheat)
  5. Pastikan Sirkulasi Udara Panas dalam Casing lancar.
  6. Lihat Cache, data temporary dan recycle Bin sudah banyak atau tidak, jika banyak segera hapus.
  7. Lihat Drive C ( Drive di mana Windows terinstall ) memiliki cukup ruang atau tidak. selayaknya Drive C Harus kosong sekitar 65% dari total keseluruhan partisi Drive C atau 35% saja data yang harus tersimpan dalam Drive tersebut. selebih itu biasanya akan membuat proses Loading lama.
  8. Windows sudah berumur tua / lama. karena faktor lama digunakan bisa juga membuat proses loading starting up jadi lama, segeralah untuk menginstall ulang Windows pada komputer anda.
  9. Coba lihat Aplikasi pada saat Windows start up.

Untuk Masalah yang terakhir cukup mudah untuk mengatasinya. Kita mencoba memilah dan memilih aplikasi mana saja yang harus jalan pada saat starting up / saat loading pertama kali.


Caranya :



  • Kombinasi WINDOWS+R pada Keyboard anda.
  • Ketika muncul jendela Run, Ketik tanpa tanda Kutip "msconfig" kemudian tekan Enter pada keyboard atau klik OK pada jendela Run tadi.
  • Maka akan muncul System Configuration Klik pada tab Services
  • Pada Services Klik centang pada Hide all Microsoft Services
  • Maka akan muncul semua Proses yang berjalan di belakang layar selain milik Windows (Aplikasi pihak ketiga). Kemudian klik Disable All
  • Kemudian lanjut ke tab Startup
  • Hilangkan centang pada Aplikasi yang menurut anda tidak diperlukan ketika Windows anda Startup. Misalnya : NVIDIA, Steam, Office, dll. yang biasanya harus di centang seperti : Anti virus, Virtual Drive, atau lainnya yang harus ada di tray Icon. ( Catatan : Tray Icon adalah Icon kecil yang muncul pada Kanan bawah Taskbar, biasanya disembunyikan dengan gambar panah ke atas {segitiga atas} dan jika kita Klik akan muncul Icon Aplikasi tertentu )
  • Klik Apply Untuk menerapkan
  • Dan kemudian OK untuk melanjutkan
  • Pasti akan muncul Jendela Notifikasi permintaan untuk melakukan Restart Now dan di sebelahnya Restart Later. Pilih Restart Now untuk melihat langsung perubahannya atau Restart Later jika ingin dilihat nanti sesudahnya.
  • Lihat hasilnya jika memang sudah berhasil pasti Proses loading starting up nya lebih cepat. Namun jika memang belum berhasil coba install ulang Windows anda atau mungkin Alternatif mengembalikan Windows ke dulu setelah install Ulang atau Istilahnya System Restore.

Cara tersebut sudah saya coba praktekkan dan saya gunakan jika ada Komputer / Laptop yang lambat Proses loading Starting up nya. Dan Alhamdulilah berhasil dan Proses loading starting up nya pun berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Jika belum berhasil cobalah untuk mengurangi jumlah Shorcut yang ditampilkan di desktop, semakin banyak Shorcut biasanya semakin lama proses start up nya juga. Apalagi jika itu Game, aplikasi besar dan berat lainnya.

Fast respon
Gambar di atas adalah ilustrasi Komputer loading Cepat

Sekiranya seperti itulah yang bisa saya sampaikan pada artikel kali ini. Bila ada kesalahan penulisan kata dan lainnya saya mohon maaf, itu karena keterbatasan pengetahuan dari saya. Jika ada pertanyaan, masukan, kritik dan saran silahkan Comment atau  contact us. Semoga bermanfaat, Sekian


Terima Kasih.




Apakah PSU komputer yang lebih besar dari Voltase Listrik rumah bisa Jalan??

Listrik saya 450VA, PSU saya 600Watt, bisa jalan gak?
Listrik saya 900VA, saya beli PSU 1200Watt, mampu gak ya?
Apakah PSU 500Watt mampu di listrik 450VA?
Apakah PSU 100Watt mampu di listrik 900VA?

Baru-baru ini banyak orang yang bertanya seperti pertanyaan diatas. banyak yang masih bingung dan terpikiran, mampu gak ya? ini bisa gak ya? Listriknya kuat gak ya? seperti itu lah kira-kira.

Gambar PSU Komputer bagus


Sebelum mengatasi masalah alangkah lebih baiknya kita tahu dulu tentang kelistrikan. Listrik 450VA atau pun 900VA itu adalah kemampuan maksimal listrik rumahan memuat beban total di rumah tersebut. jadi kita ya harus tahu dulu, kira-kira berapa saja atau mungkin barang elektronik apa saja yang memakai listrik dirumah kita. Sebagai contoh itu TV LED saya, saya lihat di deskripsi nya beban paling tinggi TV tersebut adalah 30 Watt, ada juga pompa air yang daya nya juga sampai 125Watt.. jadi jika bersamaan totalnya jadi 155Watt, jika listrik 450VA-beban 155Watt maka daya listrik yang masih bisa digunakan ada sekitar 295VA. Jadi jika keadaan 2 elektronik tadi hidup daya listrik 450VA hanya tinggal 295VA.

Catatan : VA = Volt Ampere (Watt)

Nah sekarang kita kembali ke PSU, PSU adalah Power Supply Unit, sebuah perangkat yang fungsinya menyuplai tegangan dari listrik rumah ke Komputer anda. PSU itu bermacam-macam ukuran dayanya mulai dari 180Watt sampai 2000Watt kalo gak salah. Biasanya ada PSU abal-abal (PSU murahan, biasanya bawaan Casing, Harga Murah dan daya yang dikeuarkan pun hanya separuh dari yang tertera di PSU) dan PSU pure (Real Power, maksudnya daya dan tulisan tertera itu benar adanya, misal 450Watt ditulisan itu benar-benar sama dengan daya yang ada dikeluaran PSU ketika di test dengan PSU Tester)

nah lho PSU saya bagus gak ya real gak ya? ada baiknya anda mencari tahu sebagai berikut :

PSU Abal-abal

  1. Power Up
  2. Votre
  3. Dazumba
  4. Simbada
  5. Mentari
  6. dan lainnya PSU yang terdapat pada bawaan Casing


PSU Pure dan bagus menurut Saya


  1. FSP
  2. XFX
  3. Seasonic
  4. Cooler Master
  5. Super Flower
  6. Corsair
  7. Thermaltake
  8. dan lainnya lebih bagus cek disini  merk apa saja yang kira-kira bagus 

Yang bagus adalah yang benar-benar mampu menghasilkan daya yang sesuai dengan yang tertera di tulisannya. Mempunyai Spesifikasi daya output yang tertulis disitu. contohnya sebagai berikut :

Ciri-ciri PSU Bagus
Gambar diatas Contoh Spesifikasi dari PSU Thermaltake

Bang punya saya kok ada sertifikatnya 80 + (plus) itu bagaimana? Apakah bagus?
Begini ya sertifikat 80 + itu gak sembarangan PSU bisa menggunakannya. istilahnya 80+ itu Seperti sertifikat SNI di Indonesia. Jika sudah ada sertifikat 80+ bisa dipastikan PSU Anda itu bagus, namun tidak jarang ada juga produsen yang nakal. Memasang sertifikat 80+ pada PSU nya padahal PSU nya tidak memenuhi standart PSU bersertifikat 80+.

Jika Anda ragu untuk membeli PSU yang benar-benar 80+ Anda bisa mencoba mengecek di situs plugloadsolutions.com di situ ada banyak Merek yang benar-benar bersertifikat 80+. Sebenarnya semua merek yang sudah masuk di situs tersebut sudah dipastikan baik dalam hal output daya, tapi jika merek tersebut mengeluarkan produk bersertifikat 80+ jelas PSU tersebut lebih bagus dari produk yang standart.

Sebagai perbandingan berikut urutan sertifikat dari standart sampai yang bagus :

  1. Standart (Standart sebenarnya sudah bagus kalau benar-benar real power, sudah mampu untuk menjalankan PC dengan spesifikasi gaming lumayan)
  2. Bersertifikat 80+ (Lebih bagus dari versi standart biasanya mampu untuk mengangkat VGA yang lumayan bagus)
  3. Bersertifikat 80+ Bronze (Di atasnya lagi dari versi 80+ biasa, mampu untuk menjalankan VGA High End. Tapi pastikan dulu VGA High End Anda minimum PSU nya berapa Watt)
  4. Bersertifikat 80+ Silver (Sedikit di atas yang versi 80+ Bronze, Standartnya dia memang digunakan untuk High End PC, Overclock, Gaming dan hal lainnya yang butuh daya yang kuat)
  5. Bersertifikat 80+ Gold (Paling tinggi dalam standart PSU yang dijual, kemampuannya jangan ditanyakan lagi, untuk Extreme Overclock, SLI, Crossfire dan Berbagai hal lainnya mampu dilakukan versi ini daripada versi dibawahnya. Dan untuk harga dipastikan harganya selangit untuk pengguna biasa seperti kita ini)
  6. Bersertifikat 80+ Platinum (Di atas dari yang paling atas kira-kira itulah yang bisa saya katakan untuk versi Platinum, mungkin hanya pengguna khusus untuk Server atau PC Gaming yang maniak yang mungkin menggunakan  PSU ini, kemampuan terbaik supply daya dari PSU lainnya)


Tidak sembarang PSU mampu memberikan sertifikat 80+ jika memang belum bisa memberikan daya yang continues  di atas 80% saat load 50%, 75%, dan 100% dari keseluruhan kemampuan daya PSU tersebut.

Kok jadi ngomongin kemampuan PSU ya? Ya gak apa-apa lah biar tambah pengetahuan Anda sebelum membeli PSU.
Kembali ke tadi ukuran PSU yang lebih besar apakah mampu di Listrik yang dayanya lebih kecil?
Jawabannya relatif.
Looh kok relatif bang?
Looh ya iyalah, maksudnya relatif itu gini ya, tergantung dari total keseluruhan daya yang ada di perangkat PC Anda. Sebagai contoh

Dengan PSU 550Watt Listrik 450VA, total keseluruhan daya PC Anda harus di bawah 450VA. Contohnya :


  • Processor Intel Core i5 3570 / i7 3770 dia butuh daya sekitar 105 Watt ketika Full load (dalam artian kerja penuh, kalo gak kerja penuh ya di bawah itu dayanya)
  • RAM Gaming 8GB dia mungkin butuh daya sekitar 20-30 Watt
  • Motherboard SLI / Crossfire sekitar 30 Watt (bisa lebih tahu mungkin bisa kurang)
  • VGA  GTX 1050ti butuh daya sekitar 75 Watt
  • HDD 1TB sekitar 30Watt
  • Liquid Cooler / Fan Cooler lainnya mungkin sekitar 30 Watt
  • DVD / CD sekitar 30 Watt
  • LED Monitor daya 30-35 Watt


Bisa dihitung 105+30+30+75+30+30+30+35 = 365 Watt daya yang di ambil dari listrik rumah Anda, jadi masih bisa untuk menghidupkan barang elektronik lainnya dengan sisa 85 Watt. Jadi semua tergantung isi dari PC Anda, lebih baik cari tahu dulu berapa daya yang dibutuhkan dari perangkat PC Anda agar tidak menyesal jika terlanjur terbeli.

Sebagai contoh Anda membuat PC dengan PSU 550Watt di listrik 450VA dengan spesifikasi sebagai berikut :


  • Processor AMD Phenom II X4 (ketika penuh butuh daya sekitar 155 Watt)
  • RAM 8GB Gaming 20-30 Watt
  • Motherboard SLI / Crossfire sekitar 30 Watt (bisa lebih tahu mungkin bisa kurang)
  • VGA  HD 7870 butuh daya sekitar 175 Watt Full load
  • HDD 1TB sekitar 30Watt
  • Liquid Cooler / Fan Cooler lainnya mungkin sekitar 30 Watt
  • DVD / CD sekitar 30 Watt
  • LED Monitor daya 30-35 Watt


Bisa dihitung 155+30+30+175+30+30+30+35 = 485 Watt, jadi langsung mati listrik di rumah Anda karena kekurangan daya. Jadi sebelum terlanjur beli lebih baik tanya-tanya dulu penjualnya tentang power consumption perangkat PC, jangan sampai malu bertanya menyesal setelahnya. Kalau pun penjual tidak tahu, coba browsing, coba googling cari Power Consumption dari XXXX (perangkat PC yang ingin Anda ketahui kebutuhan daya).

Kalkulasi daya di atas belum tentu valid tergantung tipe perangkat agan, beda merek beda konsumsi daya listriknya.

Catatan : Total perhitungan Watt keseluruhan daya tersebut hanya pada saat Full Load (Semua perangkat bekerja 100%) dan pada saat menghidupkan PC Anda pertama kali, kalau dalam keadaan sudah hidup dan dalam penggunaannya tidak terlalu bekerja (Misalnya tidak sampai 50%), maka total perhitungan dayanya akan di bawah kalkulasi di atas.

Sekiranya seperti itulah yang bisa saya sampaikan pada artikel kali ini. Bila ada kesalahan penulisan kata dan lainnya saya mohon maaf, itu karena keterbatasan pengetahuan dari saya. Jika ada pertanyaan, masukan, kritik dan saran silah kan Comment atau  contact us. Semoga bermanfaat, Sekian

Terima Kasih.